Tugas Kimor RPS 4 "Reaksi-Reaksi pada Alkohol dan Eter"
Senyawa alkohol adalah senyawa hidrokarbon yang berikatan dengan gugus -- OH . Dimana struktur umunya ialah R -- OH dengan rumus molekul CnH2n+2O . Senyawa alkohol terbagi atas 3 tipe , penggolongan ini didasarkan pada derajat subsitusi dari atom karbon yang langsung mengikat gugus hidroksil, yaitu :
- Alkohol primer
- Alkohol sekunder
- Alkohol tersier
Senyawa eter adalah senyawa karbon yang mempunyai gugus -- O -- . Dimana struktur umumnya adalah R -- O -- R dengan rumus molekul yang sama dgn alkohol yaitu CnH2n+2O.
Sifat antara alkohol dengan eter terhadap Ikatan hidrogen :
1. Titik didih yang dimiliki oleh alkohol itu lebih tinggi dibandingkan dengan titik didih pada eter. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena molekul-molekul alkohol dapat berikatan hidrogen dengan sesamanya sedangkan eter tidak. Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara atom hidrogen dengan atom lain yang memiliki keelektronegatifan yang tinggi.
2. Meskipun molekul-molekul eter tidak dapat berikatan dgn hidrogen sesamanya tetapi eter tetap bisa berikatan hidrogen dengan senyawa lain yang mengandung gugus -- OH seperti air, alkohol, fenol dan senyawa dengan gugus amina (NH2).
Reaksi - reaksi yang terjadi pada alkohol dan eter
A. Reaksi Alkohol
1. Reaksi Substitusi
- Alkohol bereaksi dengan logam aktif
- Alkohol disubstitusi oleh atom halogen
2. Reaksi Esterifikasi
3. Reaksi Oksidasi
4. Reaksi Eliminasi
- Dehidrasi Alkohol (melepas air)
B. Reaksi Eter
1. Reaksi Subtitusi
- Eter tidak bereaksi dengan logam aktif
- Eter bereaksi dengan PCl5 tetapi tidak membebaskan HCl
- Reaksi dengan Asam Halida
2. Reaksi Oksidasi
Temukan saya di menit 02.38
Nama Kelompok :
- Bella Sari (004)
- Tesalonika Finetua (016)
- Viola Ayudya Miranda (042)
mengapa alkohol tersier tidak dapat teroksidasi sedangkan pada primer dan sekunder dapat teroksidasi?
BalasHapusHal tersebut dapat terjadi karena syarat agar alkohol dapat teroksidasi adalah ketika suatu alkohol memiliki H-karbinol yaitu atom H yang terikat pada atom karbon karbinol (atom karbon yang terikat pada gugus OH) sedangkan pada alkohol tersier tidak ada atom H yang terikat pada atom C , justru berikatan dgn CH3 sehingga oksigen dari oksidator tidak dapat menyerang maka tidak terjadi reaksi oksidasi
HapusPada kondisi bagaimana dan saat kapan alkohol tedehidrasi membentuk eter dan alkena?
BalasHapusPada dehidrasi alkohol ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi
Hapus- Jika suhunya mencapai 130° dengan bantuan H2SO4 sebagai katalis akan bereaksi membentuk eter
- Jika suhunya mencapai 180° dengan bantuan H2SO4 sebagai katalis akan bereaksi membentuk alkena
mengapa alkohol dapat bereaksi pada logam aktif seperti Na dan K sedangkan eter tidak?
BalasHapusMeskipun rumus struktur antara alkohol dengan eter sama tetapi gugus fungsi dari eter (--O--) tidak sereaktif gugus fungsi pada alkohol (--OH--) sehingga akibat dari kurang reaktifnya eter ini menyebabkan ia sulit untuk bereaksi/bahkan tidak bisa bereaksi dengan logam aktif seperti Na dan K.
HapusHal tersebut terjadi dikarenakan pada alkohol ia memiliki gugus OH sehingga ketika bereaksi dengan PCl5 gugus H akan bergabung dengan atom Cl dari PCl5 membentuk asam klorida sedangkan pada eter ia hanya punya gugus O saja sehingga tidak ada yang dapat membentuk HCl akan tetapi ia akan membentuk 2 molekul eter yang sama.
BalasHapus